Hal Yang Menyesatkan di Dunia

Ajaran sesat merupakan salah satu ajaran yang berkaitan dengan ilmu hitam dan sangat dibenci dalam agama manapun, tak terkecuali juga Islam. Karena dengan kita ikut mempraktekkan ajaran tersebut, maka kita telah berbuat kafir dan menyekutukan Allah dengan cara menyembah dan mengikuti aliran setan. Oleh karena itu, sebenarnya di agama Islam sungguh tidak dianjurkan bagi siapapun untuk melakukan hal buruk seperti itu. Terkait hal tersebut sudah banyak tercantum di dalam ayat suci Al-Qur’an yang secara detail terdapat dalam Surat Al-Hajj ayat 52; Surat Al-Najm ayat 19-20; Al-Isra ayat 73-75; Al-Ma’idah ayat 104; dan masih banyak lagi.

Membahas soal hal-hal menyesatkan di dunia , tentunya banyak hal yang bisa bahas lebih lanjut lagi. Banyaknya praktek ajaran sesat yang terjadi belakangan ini tentu tidak luput adanya daerah yang menjadi ‘pusat’ pembelajaran ilmu hitam tersebut. Contohnya saja daerah Banten dan Banyuwangi, dimana banyak warganya yang sengaja mempelajari tentang ilmu kebal diri. Tujuannya adalah agar mereka tidak mudah terluka oleh benda-benda tajam seperti pisau, golok, dan lainnya. Selain itu, ilmu kebal tersebut juga akan membuat orang itu kebal terhadap api, sehingga ia bisa dengan mudahnya berjalan meskipun berada di dalam kobaran api. Biasanya banyak sekali tempat-tempat mistis yang bisa disalahgunakan menjadi tempat pemujaan ilmu hitam, seperti halnya gunung, keraton, laut, hutan, makam, bahkan juga gua. Bukan hanya di Indonesia saja, ternyata banyak juga yang mempelajari ajaran sesat ini di berbagai belahan dunia. Mari kita bahas apa saja kota yang masih terkenal akan jejaknya yang menganut ajaran sesat.

1. Amityville, New York

Daerah pertama yang muncul ketika kita sedang membahas soal ajaran sesat, yakni Amityville, New York. Ya, rumah menakutkan yang kisahnya diangkat ke dalam karya sastra dan film ini terkenal dengan keangkerannya. Kisah ini diawali pada 13 November 1974, dimana pada hari itu Ronald DeFeo Jr. yang menembak dan membunuh enam anggota keluarganya sebuah rumah besar yang terletak di 112 Ocean Avenue, Amityville, Long Island, New York. Dan kisah berlanjut pada Desember 1975, dimana ada penghuni baru rumah tersebut yang bernama George dan Kathy Lutz beserta ketiga anak mereka, setelah 28 hari menempati rumah tersebut keluarga tersebut melarikan diri dari rumah itu dan mengaku merasa diteror oleh hal-hal berbau mistis selama tinggal di sana. Berdasarkan kabar yang beredar, alasan mengapa di tempat tersebut banyak sekali terjadi hal-hal aneh diluar nalar, adalah karena dulunya banyak terjadi kasus pembunuhan yang ada kaitannya dengan ajaran ilmu sesat yang dilakukan oleh penduduknya.

2. Mexico

Di kota Mexico, ajaran sesat yang terkenal adalah Narco Satanist. Ajaran tersebut dilakukan oleh seseorang bernama Adolfo de Jesús Constanzo, yang merupakan pembunuh berantai berdarah Kuba-Amerika. Dirinya yang merupakan pengedar narkoba juga terkenal sebagai pemimpin sekte (The Godfather / El Padrino). Adolfo berperan sebagai pemimpin sebuah geng untuk melakukan penyelundupan narkoba dan okultisme di daerah Matamoros, Tamaulipas, Meksiko. Bersama dengan temannya, Sara Aldrete, kultus tersebut terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan di wilayah Matamoros. Salah satu kasus yang paling terkenal adalah pembunuhan Mark Kilroy, yang merupakan seorang mahasiswa asal Amerika yang pernah diculik, disiksa, dan dibunuh secara tragis oleh sekte tersebut, tepatnya pada tahun 1989.

3. Pergamon, Turki

Terkenal sebagai kota yang kaya akan keindahan alamnya, ternyata di Turki juga ada salah satu kota dimana dianggap sebagai kota yang menganut ajaran sesat. Ini terbukti dari adanya sebuah kuil yang digunakan sebagai tempat untuk memuja setan. Para pengikut sekte sesat tersebut percaya bahwa di dalam kuil ini terdapat singgasana setan dan tempat dimana para dewa berkumpul. Tapi menurut penuturan beberapa orang, ada yang menganggap bahwa dewa yang disembah oleh mereka merupakan jelmaan setan. Semenjak saat itu, banyak yang menyebut Pergamon sebagai kerajaan setan dan pengikutnya dianggap ikut beraliran sesat juga.

4. Turin, Italia

Kota Turin yang berada wilayah Plemonte, Italia ini dikenal sebagai taman bermain setan. Hal ini bermula dari beberapa tahun yang lalu, yakini tepatnya ketika Uskup Agung Kardinal Anastasio Ballestrero secara resmi melantik 6 orang untuk menjadi ahli pengusir setan. Penunjukan 6 orang ahli ini merupakan arahan dari Kardinal Joseph Ratzinger supaya ke depannya gereja yang berada di sekitar Turin bisa lebih fokus dalam hal pengusiran setan. Salah satunya di Gereja Katolik di Turin, praktek eksorsisme dan pengusiran setan diperbolehkan. 

Semenjak itu, terjadi dua peristiwa di tahun 1988, yang membuat nama kota setan menjadi semakin melekat pada kota Turin. Salah satu peristiwa itu adalah Paus Yohanes Paulus II yang menyebut bahwa iblis sebagai sejarah keselamatan dan pangeran di dunia. Dan peristiwa yang kedua adalah, Turin pernah menjadi tuan rumah untuk acara konferensi Demonologi. Hal ini tentu menjadi masalah besar di kota tersebut, dan sebagai dampaknya ialah politisi lokal, gereja, dan akademisi di sana menjadi terpecah belah.

5. St. James, New York

Kota yang berada di Long Island, New York ini juga disebut sebagai salah satu kota yang menganut ajaran sesat dan terbesar yang ada di kota itu. Gereja Massapequa termasuk ke dalam tempat para pengikut setan untuk melakukan ritualnya. Kesaksian ini diberikan oleh seorang wanita bernama Christina, dimana ia menulis segala hal yang ia ketahui tentang praktek ilmu hitam tersebut di dalam buku diary miliknya. Hal mengerikan yang Christina tulis adalah tentang penyembelihan hewan secara brutal dan kekerasan seksual yang sering dilakukan sebagai bagian dari praktek pemujaan kepada setan.

6. Victoria, Kanada

Kejadian yang bermula pada akhir tahun 1970, tentang Pazder dan Smith, yang dimana Smith merupakan pasiennya di tempat psikiater pribadi miliknya yang berada di Victoria, British, Columbia. Smith dirawat karena pernah mengalami depresi pasca keguguran. Sebagai salah satu cara perawatan, Pazder dan Smith melakukan sebuah ritual. Dan efeknya, Smith tiba-tiba berteriak tanpa henti selama 25 menit lamanya. Pada saat berteriak tersebut, tiba-tiba suara Smith berubah menjadi suara milik anak berusia 5 tahun. 

Selama 14 bulan berturut-turut, Pazder melakukan ritual hipnosis untuk memulihkan ingatan masa lalunya, yang berkaitan dengan adanya “satanic ritual abuse”. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1954-1955, dimana Smith masih berusia 5 tahun saat itu. Menurut pengakuan Smith, satanis ritual abuse itu dilakukan oleh ibunya dan beberapa orang lain yang juga termasuk ke dalam anggota pemujaan setan di Victoria. Semenjak adanya pengakuan tersebut, praktek aliran sesat menjadi tersebar luas di tahun 1980, dan bahkan banyak stasiun televisi yang secara khusus menayangkan hal-hal yang berkaitan dengan aliran sesat tersebut.